PSK Yang Digerebek Andre Rosiade Dibebaskan Polisi


Polda Sumbar menangguhkan penahanan NN, 26, pekerja seks komersial (PSK) yang diduga dijebak Andre Rosiade. Penangguhan penahanan itu merupakan persetujuan atas permintaan dari keluarga dan kuasa hukum NN.


“Penahanannya ditangguhkan karena ada permintaan dari keluarga dan penasihat hukum. Lantas disetujui oleh pimpinan (Kapolda),” Kabid Humas Polda Sumbar Kombes Pol Stefanus Satake Bayu Setianto seperti dilansir Padek.co, Minggu (9/2).
Penangguhan penahanan diajukan keluarga NN Sabtu (8/2). Saat itu keluraganya menjadi jaminan. Meski begitu, NN tetap menjalani proses hukum dari kasusnya dugaan atas transkasi prostitusi online.


Diketahui, NN merupakan tersangka atas kasus dugaan prostitusi online. “Proses hukum tetap berlanjut. Selain itu, selama penangguhan penahanan, NN dikenakan wajib lapor setiap dua kali dalam seminggu,” imbuhnya.
Pantauan di Mapolda Sumbar, hingga Sabtu malam sekitar pukul 22.00, NN masih didampingi penasihat hukum dan keluarga. Mereka terlihat mengurus dokumen penangguhan penahanan di ruang Kasubdit V Cyber Direktorat Reserses Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sumbar.
Pengurusan dokumen penangguhan penahanan NN tersebut rampung sekitar pukul 23.00. Tampak NN keluar dari Mapolda Sumbar dengan menumpang taksi online.


Sebelumnya, pada Minggu (26/1) lalu Polda Sumbar menangkap AS, 24, dan NN dalam suatu penggerebekan di kamar 606 salah satu hotel berbintang di Padang.

AS dan NN diduga terlibat prostitusi online melalui aplikasi Michat. AS diduga berperan sebagai mucikari, sedangkan NN merupakan pekerja seks komersil. Keduanya digerebek dan ditangkap setelah adanya laporan anggota DPR RI Andre Rosiade. Dalam penggerebekan itu terlihat juga Andre Rosiade, ketua DPD Partai Gerindra Sumbar. Disinyalir penggerebekan itu atas jebakan dari Andre.
Tindakan anggota DPR itu mendapat sorotan dari Komnas Perempuan. Komisoner Komnas Perempuan Rainy Hutabarat mengatakan, penggrebekan tersebut merupakan bentuk kriminalisasi PSK.

Rainy Hutabarat menilai ada kesalahpahaman dalam menyikapi perempuan yang dilacurkan. “Sebagai Anggota DPR, Andre Rosiade seharusnya melihat bahwa NN merupakan korban kekerasan struktural yang menempatkan perempuan sebagai obyek seks,” ujar Rainy, Sabtu (8/2).Menurut Rainy, tekanan ekonomi saat ini telah mendorong banyak perempuan untuk bertahan hidup, termasuk menjadi PSK. Tak satu pun perempuan bersedia menjadi PSK, kecuali karena tekanan ekonomi.




“Bahwa NN dijanjikan pekerja di sebuah spa dan dijadikan istri kedua dan menjadi PSK menunjukkan lapisan kekerasan berbasis gender yang dialaminya,” katanya.

Di pihak lain, Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR mengagendakan pemeriksaan untuk Andre Rosiade. Ketua MKD DPR Aboebakar Alhabsyi mengatakan, pihaknya akan memproses Andre Rosiade jika ada yang melaporkan tindakannya.




“Jika memang ada yang bikin laporan, kami akan ikuti proses sesuai dengan tata beracara dalam MKD,” kata Anggota Dewan Syuro PKS itu kepada wartawan, Sabtu (8/2).

Aboebakar menuturkan, MKD terus berupaya menjaga dan menegakkan etika para anggota dewan. MKD pun menjamin akan bekerja secara profesional. Siapa pun anggota dewan yang melanggar kode etik akan ditindak sesuai aturan yang berlaku.




“Siapa pun yang melanggar kode etik akan kita proses sesuai dengan ketentuan yang ada,” katanya.
Sc : Jawapos.com

0 Response to "PSK Yang Digerebek Andre Rosiade Dibebaskan Polisi"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel